Selasa, 09 April 2013

I'll Bring My Love and My Friendship Until I Die


    Posting ketiga (calon) Artis hehe *amin posting.. FanFict loh.. huahahhahaha.. judulnya "I'll Bring My Love and My Friendship Until I Die" enjoy reading..



=======================================================================


         "Ngertiin aku untuk kali ini aja win" seru seorang gadis. Dia memegang tangan seorang pria, namanya anisa.
"Ahh.. Sudahlah aku gak mau punya pacar penyakitan kayak kamu, kita putus" pria itu melepaskan pegangan tangan anisa dan  meninggalkan anisa.
"Alwin tunggu.." Pria itu tak menggubris perkataan anisa yg beruraian air mata. Lalu datanglah seorang gadis berambut pendek.
"Sudah lah nisa, aku sudah bilang kan alwin bukan orang yg selama ini kamu cari! Sudah aku gak mau kamu ngedrop kyk dulu lagi" gadis itu membawa anisa dari tempat anisa menangis.
"Makasih gigi kamu memang sahabat ku!" Gigi membawa anisa duduk di bawah pohon rindang.
"Minum obat dulu yah nis!" Gigi memberi sebuah obat untuk anisa, anisa itu adalah gadis yg ceria, cantik, baik, tetapi semua berubah saat dokter memvonis dia terkena kangker otak stadium 4, Semua keceriaannya musnah, sampai sampai alwin pacarnya yg awalnya menyayanginya dan sekarang mulai pergi.
"Gi? Usiaku tinggal 2 bulan lagi! Setelah itu carilah sahabat yg tidak menyusahkan mu seperti aku yah gi!" Anisa memandang langit.
"Kamu gak pernah menyusahkan ku nisa" gigi mengeluarkan air mata.
"Jika nanti aku pergi jgn lupakan persahabatan kita yah gi" anisa mulai menangis.
"Aku janji gabakal ngelupain persahabatan kita" anisa dan gigi pun melakukan janji kelingking.

      Pukul 10 malam saat itu jakarta sedang di guyur hujan, anisa yg sedang menunggu alwin di sebuah taman, anisa ke hujanan. Saat sore anisa telah mengirimkan sebuah pesan singkat ke handphone alwin anisa ingin bertemu alwin. Tetapi anisa sudah menunggu selama berjam-jam tetapi alwin tak datang, anisa mengajak alwin bertemu dia hanya ingin mengucapkan perpisahan. Akhirnya di gelapnya malam, di dinginnya hujan ia berjalan walaupun iya tau kalau itu akan membuat keadaan anisa bisa memburuk. Anisa merasakan kepalanya mulai sakit, pusing, hidungnya kini mengeluarkan darah dan anisa pun jatuh pingsan di tengah jalan.
"Hey kamu kenapa?" Seorang pria datang saat ia melihat anisa pingsan dan hidungnya mengeluarkan darah.
"Hey mbak bangun!" Karena anisa tidak menjawab akhirnya pria itu membawa anisa ke rumah sakit terdekat. Dia membawa anisa ke ruang UGD. Setelah anisa mendapat pertolongan pertama ia menghubungi suatu nomor di handphone anisa. Nomor gigi yg pria itu hubungi. Gigi yg malam itu sedang menulis bahan skripsinya kaget saat handphonenya mandapat panggilan masuk dari anisa.
"kenapa anisa tumben malem-malem nelpon?" Seru gigi.
"Apa kamu teman wanita yg bernama anisa ini?" Seru pria itu.
"Ini siapa? Dimana anisa?" Gigi panik
"Saya nicky, saya menemukan teman anda yg bernama anisa di tengah jalan pingsan dan mimisan" seru pria yg bernama nicky itu.
"Sekarang anisa dimana nick?" Gigi menangis dan bergegas menuju rumah sakit.
"Dia di rumah sakit Pertamina" nicky berseru.
"Iya gw kesana sekarang!" Gigi langsung mematikan telpon dan meluncur ke rumah sakit itu.
"Kok bisa gini sih kejadiannya?" Gigi cemas akan keadaan anisa sahabat sejak kecilnya.


        Setelah sampai gigi berlari mencari kamar anisa, nicky yg melihat wanita seperti yg ada di handphone anisa berlari kesan-kesini, dia pun menegurnya untuk memastikan.
"Hei apakah kamu temannya anisa?" Tanya nicky.
"Iya, kamu nicky?" Tanya gigi dengan suara bergetar.
"Iya, anisa sedang kritis di ruangan ini" nicky menunjukan ruangan nomor 28.
"Kenapa kayak gini sih?" Gigi beruraian air mata.
"Sudah kamu cukup berdoa saja untuk teman mu! Kalau kau menangis blm tentu semua ini akan selesai" nicky menenangkan gigi.
"Udah ke dua kalinya dia kayak gini" gigi menghapus air matanya.
"Kalau boleh saya tau! Anisa punya penyakit apa?" Nicky bertanya ke gigi.
"Kangker otak stadium akhir!" Deg nicky langsung kaget mendengar pernyataan gigi.
"Kamu serius?" Nicky meyakinkan.
"Umurnya tinggal 1 setengah bulan lagi" entah kenapa hati nicky tergerak, dia ingin melakukan sesuatu tetapi dia juga tidak tahu harus berbuat apa.



          2 hari setelah itu akhirnya anisa siuman. Dia melihat seorang pria yg belum pernah dia lihat.
"Hey kamu sudah sadar?" Tanya nicky yg sedang menaruh bunga ke dalam vas.
"Iya, tapi maaf kamu siapa?" tanya anisa kebingungan.
"Aku nicky, aku yg bawa kamu rumah sakit ini, pas kamu pingsan di dekat taman 2 hari yang lalu" nicky duduk di sebelah anisa.
"Ohh.. Makasih yah berkat kamu aku masih bisa bernafas lagi untuk saat ini" anisa mengecilkan kata-kata terakhirnya.
"Meski umurmu sudah tak banyak lagi! Buat waktu yg tersisa kamu buat mencari kebahagiaan! Memang aku gapernah ngerasain kyk kamu tapi aku pernah punya sahabat yg menderita seperti kamu" nicky menyemangati anisa.
"Meskipun untuk saat ini dia udah gak ada!" Nicky tersenyum.
"Terima kasih atas saran mu!" Anisa tersenyum. Hari demi hari terlewati, anisa, nicky, dan gigi sekarang jadi teman. Anisa memendam suatu rasa terhadap nicky, nicky lah yg membuat anisa bangkit dan terus tersenyum saat penyakitnya mulai kambuh. Nicky pun begitu dia simpatik terhadap anisa, tetapi rasa simpatiknya berubah jadi rasa sayang yg teramat sangat. Tetapi mereka berdua masih belum ada yg mau mengungkap kan satu sama lain. Gigi juga selalu ada saat anisa butuh, gigi selalu menangis saat melihat anisa kesakitan. Gigi menangis bukan karna merasa terbebani, tetapi ia takut kehilangan anisa sahabat semasa kecilnya ia sudah menganggap anisa seperti saudaranya kembarnya.

          1 bulan telah terlewati, sisa umur anisa sekarang tinggal 1 bulan lagi. nicky mengajak anisa ke taman, nicky ingin mengungkapkan isi hatinya. Akhirnya mereka berdua duduk di kursi taman tersebut.
"Nis, aku mau jujur tentang sesuatu!" Nicky memandang anisa lekat.
"Apa nick?" Anisa bertanya.
"Aku sayang sama kamu! Mau kah kamu menjadi pacar ku?" Tanya nicky menggenggam tangan anisa.
"Aku juga menyanyagimu nick, tetapi.." Anisa termenung.
"umurku sudah tidak banyak lagi" anisa berlinang air mata meskipun tak banyak.
"Aku mohon, aku ingin ngebahagiain kamu meskipun cuma satu bulan aja please.." anisa pun memeluk nicky.
"Baiklah, tetapi jika saatnya tiba aku pergi aku minta kamu gaboleh sedih, dan tolong jaga sahabatku gigi yah" anisa menghapus air matanya dan tersenyum, nicky menganggukan kepala mengeti.
"makasih yah nis, i promise i'll meet you!" Nicky memeluk anisa erat iya tak mau gadis yg ia kasihi pergi dari sisinya.


     "Nick.. Uhuk.. Uhuk.." Anisa memanggil nicky, nicky yg melihat anisa pucat pasih dengan hidung mengeluarkan darah dan ia pingsan. Nicky panik. Dia membawanya ke rumah sakit. 2 jam anisa dalam ke adaan kritis.
"Nisa.." Seru seorang wanita berjubah putih.
"Iya, ada apa?" Tanyanya
"Sekarang aku ingin menjemput mu! Sudah waktunya" wanita itu mengulurkan tangan.
"Tunggu beri aku waktu untuk berpamitan dengan nicky dan gigi! Setelah usai aku akan ikut sama kamu" anisa meminta kelonggaran waktu.
"Baiklah aku akan menunggu" kata wanita berjubah putih itu dengan tersenyum. Nicky yg sedang tidur sambil menggenggam tangan anisa kaget, saat bangun anisa sedang membelai kepalanya.
"Nis kamu udah sadar?" Tanya nicky, anisa menganggukan kepala.
"Nick, gigi kemana?" Tanya anisa.
"Gigi tadi pulang dia mau membersihkan badannya, tapi katanya sedang di jalan dia sekarang" nicky berseru. Tak lama gigi pun masuk.
"Nisa kamu udah sadar?" Gigi melempar tasnya lalu memeluk anisa.
"Iya tapi.." Melihat anisa termenung gigi dan nicky bingung.
"Kok sedih sih?" Tanya nicky.
"Aku hanya ingin berpamitan sama kamu nick, gi, aku udah di tunggu seorang wanita, saatnya sudah tiba.." Anisa menghapus air matanya.
"Aku sayang kalian berdua melebihi apapun" anisa memejamkan mata dan anisa pun pergi membawa persahabatan dan cintanya sampai saat-saat terakhirnya.
"Anisa.." Gigi beruraian air mata.
"Nisa.." Nicky memeluk anisa yg sudah tak bernyawa lagi. Anisa yg arwahnya ada di samping nicky menangis.
"Terima kasih nick, kamu udah menyanyagi aku dan mencintaiku tulus hingga saat ini.. Dan terima kasih gi, kamu udah aku anggap jadi saudaraku kamu ada saat aku susah dan senang! Maaf aku banyak merepotkan mu.." Anisa membalikan badannya.
"Ayo, sekarang tiba saatnya kita harus pergi" anisa mengikuti wanita berjubah itu ke dalam cahaya...


                  THE END..