Selasa, 09 April 2013

I'll Bring My Love and My Friendship Until I Die


    Posting ketiga (calon) Artis hehe *amin posting.. FanFict loh.. huahahhahaha.. judulnya "I'll Bring My Love and My Friendship Until I Die" enjoy reading..



=======================================================================


         "Ngertiin aku untuk kali ini aja win" seru seorang gadis. Dia memegang tangan seorang pria, namanya anisa.
"Ahh.. Sudahlah aku gak mau punya pacar penyakitan kayak kamu, kita putus" pria itu melepaskan pegangan tangan anisa dan  meninggalkan anisa.
"Alwin tunggu.." Pria itu tak menggubris perkataan anisa yg beruraian air mata. Lalu datanglah seorang gadis berambut pendek.
"Sudah lah nisa, aku sudah bilang kan alwin bukan orang yg selama ini kamu cari! Sudah aku gak mau kamu ngedrop kyk dulu lagi" gadis itu membawa anisa dari tempat anisa menangis.
"Makasih gigi kamu memang sahabat ku!" Gigi membawa anisa duduk di bawah pohon rindang.
"Minum obat dulu yah nis!" Gigi memberi sebuah obat untuk anisa, anisa itu adalah gadis yg ceria, cantik, baik, tetapi semua berubah saat dokter memvonis dia terkena kangker otak stadium 4, Semua keceriaannya musnah, sampai sampai alwin pacarnya yg awalnya menyayanginya dan sekarang mulai pergi.
"Gi? Usiaku tinggal 2 bulan lagi! Setelah itu carilah sahabat yg tidak menyusahkan mu seperti aku yah gi!" Anisa memandang langit.
"Kamu gak pernah menyusahkan ku nisa" gigi mengeluarkan air mata.
"Jika nanti aku pergi jgn lupakan persahabatan kita yah gi" anisa mulai menangis.
"Aku janji gabakal ngelupain persahabatan kita" anisa dan gigi pun melakukan janji kelingking.

      Pukul 10 malam saat itu jakarta sedang di guyur hujan, anisa yg sedang menunggu alwin di sebuah taman, anisa ke hujanan. Saat sore anisa telah mengirimkan sebuah pesan singkat ke handphone alwin anisa ingin bertemu alwin. Tetapi anisa sudah menunggu selama berjam-jam tetapi alwin tak datang, anisa mengajak alwin bertemu dia hanya ingin mengucapkan perpisahan. Akhirnya di gelapnya malam, di dinginnya hujan ia berjalan walaupun iya tau kalau itu akan membuat keadaan anisa bisa memburuk. Anisa merasakan kepalanya mulai sakit, pusing, hidungnya kini mengeluarkan darah dan anisa pun jatuh pingsan di tengah jalan.
"Hey kamu kenapa?" Seorang pria datang saat ia melihat anisa pingsan dan hidungnya mengeluarkan darah.
"Hey mbak bangun!" Karena anisa tidak menjawab akhirnya pria itu membawa anisa ke rumah sakit terdekat. Dia membawa anisa ke ruang UGD. Setelah anisa mendapat pertolongan pertama ia menghubungi suatu nomor di handphone anisa. Nomor gigi yg pria itu hubungi. Gigi yg malam itu sedang menulis bahan skripsinya kaget saat handphonenya mandapat panggilan masuk dari anisa.
"kenapa anisa tumben malem-malem nelpon?" Seru gigi.
"Apa kamu teman wanita yg bernama anisa ini?" Seru pria itu.
"Ini siapa? Dimana anisa?" Gigi panik
"Saya nicky, saya menemukan teman anda yg bernama anisa di tengah jalan pingsan dan mimisan" seru pria yg bernama nicky itu.
"Sekarang anisa dimana nick?" Gigi menangis dan bergegas menuju rumah sakit.
"Dia di rumah sakit Pertamina" nicky berseru.
"Iya gw kesana sekarang!" Gigi langsung mematikan telpon dan meluncur ke rumah sakit itu.
"Kok bisa gini sih kejadiannya?" Gigi cemas akan keadaan anisa sahabat sejak kecilnya.


        Setelah sampai gigi berlari mencari kamar anisa, nicky yg melihat wanita seperti yg ada di handphone anisa berlari kesan-kesini, dia pun menegurnya untuk memastikan.
"Hei apakah kamu temannya anisa?" Tanya nicky.
"Iya, kamu nicky?" Tanya gigi dengan suara bergetar.
"Iya, anisa sedang kritis di ruangan ini" nicky menunjukan ruangan nomor 28.
"Kenapa kayak gini sih?" Gigi beruraian air mata.
"Sudah kamu cukup berdoa saja untuk teman mu! Kalau kau menangis blm tentu semua ini akan selesai" nicky menenangkan gigi.
"Udah ke dua kalinya dia kayak gini" gigi menghapus air matanya.
"Kalau boleh saya tau! Anisa punya penyakit apa?" Nicky bertanya ke gigi.
"Kangker otak stadium akhir!" Deg nicky langsung kaget mendengar pernyataan gigi.
"Kamu serius?" Nicky meyakinkan.
"Umurnya tinggal 1 setengah bulan lagi" entah kenapa hati nicky tergerak, dia ingin melakukan sesuatu tetapi dia juga tidak tahu harus berbuat apa.



          2 hari setelah itu akhirnya anisa siuman. Dia melihat seorang pria yg belum pernah dia lihat.
"Hey kamu sudah sadar?" Tanya nicky yg sedang menaruh bunga ke dalam vas.
"Iya, tapi maaf kamu siapa?" tanya anisa kebingungan.
"Aku nicky, aku yg bawa kamu rumah sakit ini, pas kamu pingsan di dekat taman 2 hari yang lalu" nicky duduk di sebelah anisa.
"Ohh.. Makasih yah berkat kamu aku masih bisa bernafas lagi untuk saat ini" anisa mengecilkan kata-kata terakhirnya.
"Meski umurmu sudah tak banyak lagi! Buat waktu yg tersisa kamu buat mencari kebahagiaan! Memang aku gapernah ngerasain kyk kamu tapi aku pernah punya sahabat yg menderita seperti kamu" nicky menyemangati anisa.
"Meskipun untuk saat ini dia udah gak ada!" Nicky tersenyum.
"Terima kasih atas saran mu!" Anisa tersenyum. Hari demi hari terlewati, anisa, nicky, dan gigi sekarang jadi teman. Anisa memendam suatu rasa terhadap nicky, nicky lah yg membuat anisa bangkit dan terus tersenyum saat penyakitnya mulai kambuh. Nicky pun begitu dia simpatik terhadap anisa, tetapi rasa simpatiknya berubah jadi rasa sayang yg teramat sangat. Tetapi mereka berdua masih belum ada yg mau mengungkap kan satu sama lain. Gigi juga selalu ada saat anisa butuh, gigi selalu menangis saat melihat anisa kesakitan. Gigi menangis bukan karna merasa terbebani, tetapi ia takut kehilangan anisa sahabat semasa kecilnya ia sudah menganggap anisa seperti saudaranya kembarnya.

          1 bulan telah terlewati, sisa umur anisa sekarang tinggal 1 bulan lagi. nicky mengajak anisa ke taman, nicky ingin mengungkapkan isi hatinya. Akhirnya mereka berdua duduk di kursi taman tersebut.
"Nis, aku mau jujur tentang sesuatu!" Nicky memandang anisa lekat.
"Apa nick?" Anisa bertanya.
"Aku sayang sama kamu! Mau kah kamu menjadi pacar ku?" Tanya nicky menggenggam tangan anisa.
"Aku juga menyanyagimu nick, tetapi.." Anisa termenung.
"umurku sudah tidak banyak lagi" anisa berlinang air mata meskipun tak banyak.
"Aku mohon, aku ingin ngebahagiain kamu meskipun cuma satu bulan aja please.." anisa pun memeluk nicky.
"Baiklah, tetapi jika saatnya tiba aku pergi aku minta kamu gaboleh sedih, dan tolong jaga sahabatku gigi yah" anisa menghapus air matanya dan tersenyum, nicky menganggukan kepala mengeti.
"makasih yah nis, i promise i'll meet you!" Nicky memeluk anisa erat iya tak mau gadis yg ia kasihi pergi dari sisinya.


     "Nick.. Uhuk.. Uhuk.." Anisa memanggil nicky, nicky yg melihat anisa pucat pasih dengan hidung mengeluarkan darah dan ia pingsan. Nicky panik. Dia membawanya ke rumah sakit. 2 jam anisa dalam ke adaan kritis.
"Nisa.." Seru seorang wanita berjubah putih.
"Iya, ada apa?" Tanyanya
"Sekarang aku ingin menjemput mu! Sudah waktunya" wanita itu mengulurkan tangan.
"Tunggu beri aku waktu untuk berpamitan dengan nicky dan gigi! Setelah usai aku akan ikut sama kamu" anisa meminta kelonggaran waktu.
"Baiklah aku akan menunggu" kata wanita berjubah putih itu dengan tersenyum. Nicky yg sedang tidur sambil menggenggam tangan anisa kaget, saat bangun anisa sedang membelai kepalanya.
"Nis kamu udah sadar?" Tanya nicky, anisa menganggukan kepala.
"Nick, gigi kemana?" Tanya anisa.
"Gigi tadi pulang dia mau membersihkan badannya, tapi katanya sedang di jalan dia sekarang" nicky berseru. Tak lama gigi pun masuk.
"Nisa kamu udah sadar?" Gigi melempar tasnya lalu memeluk anisa.
"Iya tapi.." Melihat anisa termenung gigi dan nicky bingung.
"Kok sedih sih?" Tanya nicky.
"Aku hanya ingin berpamitan sama kamu nick, gi, aku udah di tunggu seorang wanita, saatnya sudah tiba.." Anisa menghapus air matanya.
"Aku sayang kalian berdua melebihi apapun" anisa memejamkan mata dan anisa pun pergi membawa persahabatan dan cintanya sampai saat-saat terakhirnya.
"Anisa.." Gigi beruraian air mata.
"Nisa.." Nicky memeluk anisa yg sudah tak bernyawa lagi. Anisa yg arwahnya ada di samping nicky menangis.
"Terima kasih nick, kamu udah menyanyagi aku dan mencintaiku tulus hingga saat ini.. Dan terima kasih gi, kamu udah aku anggap jadi saudaraku kamu ada saat aku susah dan senang! Maaf aku banyak merepotkan mu.." Anisa membalikan badannya.
"Ayo, sekarang tiba saatnya kita harus pergi" anisa mengikuti wanita berjubah itu ke dalam cahaya...


                  THE END..

Rabu, 27 Maret 2013

LOVE STORY




 

hello guys ini posting kedua judulnya 'LOVE STORY'.. enjoy bacanya ya kalo ada saran bisa layangkan di twitter @opiopi95 ya :) pay pay..

             ================================



      "Nana.." Seru seorang pria memanggil seorang gadis. Gadis itu menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah sumber suara itu. Nama gadis itu Nana Juwita, umurnya sekarang 16 tahun. dia gadis pintar, cantik, dan baik hati menurut orang terdekatnya."Iya nicky kenapa?" Tanya nana ke seorang cowo yg bernama nicky. Cowo itu ganteng, manis, pintar dan bersuara indah. Nicky adalah teman nana sejak kecil. Reader tahu tidak ternyata nana menyimpan perasaan lain terhadap nicky, nana menyukai nicky karna nicky perhatian dan baik hati.
"aku boleh pulang bareng kamu gak???" Tanya nicky.
"jalan kaki gpp emangnya?" Seru nana.
"Iya memang kenapa kalau jalan kaki?" Tanya nicky heran atas penyataan nana.
"Gpp sih, apa kamu gak malu?" Tanya nana meyakinkan nicky lagi.
"Kamu gak suka pulang sama aku? Yaudah deh kalo gitu!" Baru beranjak 3 langkah dari sebelah tempat nana berdiri, nana menarik tangan nicky.
"Bukan gitu nick, kamu mah gitu ihh" seru nana dengan wajah di tekuk.
"Lagi kamunya begitu!" Seru nicky berbalik ke arah nana, mereka berdua pun berhadap-hadapan.
"Iya maaf nicky!!" Seru nana.
"Baiklah!" Seru nicky menggenggam tangan nana dan berjalan bersama. Wajah nana memerah. Tapi genggaman tangan nicky ke tangan nana di lepas seseorang. 
"Heh! Ngapain sih megang-megang nicky?" Seru seorang gadis bernama gaby. Dia itu menyukai nicky tetapi nicky tidak menyukainya, karna sifatnya terbalik dengan sifat nana."Apa sih gab?" Tanya nicky."Nick kamu ngapain sih sama dia?" Gaby menunjuk nana."Terserah aku! Ngapain kamu ngurusin aku?" Tanya nicky, nana berlindung di balik punggung nicky. Ia sangat takut terhadap gaby. Sudah berkali-kali gaby ingin mencelakai nana. Tetapi semua di gagalkan oleh nicky."I like you nick! like you more nick!!!" Gaby memohon."I never liked yours! Sorry, I have loved someone!" Seru nicky hingga membuat gaby dan nana kaget."Whos that?" Tanya gaby."Apa urusannya sama lo? Pergi lo!" Gaby terdiam saat nicky membentak gaby dan ia langsung meninggalkan tempat itu.      Di rumah nana, nana yg sedang asik menonton tv dan memainkan handphone di kagetkan oleh suara orang yg mengetuk pintu rumah nana ."Nana..!" Suara orang itu memanggil namanya dan mengetuk pintu.
"Tunggu sebentar!" Akhirnya ngebukain pintu. Ternyata di luar nicky.
"Hai na :)" seru nicky menyapa.
"Hai nick! Ada apa tumben kemari jam segini?" Nana melihat jam di ruang tamunya.
"Apakah minggu depan kamu ada acara?" Tanya nicky.
"Gapunya nick! Kenapa emg?" Tanya nana.
"Minggu besok apakah kamu mau ikut dengan ku?" Tanya nicky.
"Kemana?" Tanya nana.
"Ya adalah! Mau gak?" Tanya nicky.
"Kemana dulu, kalo gak jelas aku gamau!" Seru nana.
"Pokoknya ikut aja, minggu aku jemput yah jam 07:00 malam! Dandan yg cantik" seru nicky, ia pun beranjak pergi.
"Huhh dasar!!" Seru nana sambil senyam-senyum sendiri.
           Keesokan harinya saat di berjalan menuju ke sekolah, nana di jegat oleh gaby dan 2 orang temannya. Gaby dan 2 orang temannya itu sudah membawa sekeranjang pewarna semprot.
"Eh.. Kalian mau ngapain?" Tanya nana panik.
"Gw mau bikin elo biar malu!" seru gaby. Kedua temannya memegang tangan nana.
"Rasain nih!" seluruh tubuh nana di semprot pewarna kaleng oleh gaby. Nana menangis. Akhirnya setelah selesai gaby dan ke 2 temannya meninggalkan nana. Nana berlari ke sebuah taman. Ia menangis di sana.
      Di tempat lain, nicky sedang mencari nana di kelasnya. Tetapi tidak ketemu. Lalu ia mencari ke kantin, perpustakaan, ruang seni, dan lab ipa. Dia sama sekali tidak menemukannya.
"Hahaha.. Mampus tuh si nana kita malu-maluin kayak gitu" Seru seorang cewe.
"Haha, gaby gitu loh! Siapa yg berani macem-macem sama.." Tiba-tiba nicky mendekati gaby.
"Di mana nana?" Tanya nicky dengan suara tinggi.
"Maksud kamu apa sih nick?" Tanya gaby puraipura tidak tau.
"Gausah banyak bacot! Mana nana?" Tanya nicky membentak gaby.
"Aku gak tau nick!" Gaby gugup.
"Shit!" Nicky berlari menuju parkiran, ia ingin mengambil mobilnya untuk mencari nana. dia menyetarter mobilnya hingga menyala. Dan ia pun bergegas mencari nana.
              Nana masih menangis di taman. Ia tak kuat beranjak untuk pergi. Seseorang memegang pundaknya, ia pun menoleh. Ternyata nicky ia pun langsung memeluk nicky.
"Nicky.. Hiks.. Hiks.." Nana terisak di pelukan nicky.
"Iya, nangis aja yg kenceng supaya persaan kamu lega" nicky membelai rambut nana.
"Makasih!" Nana masih kalut dalam kesedihan.
"Senyum dong!" Pinta nicky. Nana pun sedikit mengukir senyum.
"Kan cantik kalo senyum!" Nana masih dalam diam.
"Mau kemana sekarang?" Tanya nicky.
"Pulang aja nick!" Akhirnya nicky mengantar nana pulang. setelah sampai nana pun turun setelah mengucapkan terima kasih kepada nicky.
"Na.." Langkah nana terhenti, ia pun berbalik.
"Jangan sedih lagi yah! Please" nicky memberikan senyum termanis buat nana.
"Iya.. Terima kasih" nana tersenyum gembira, seperti bebanya saat ini hilang seketika karna melihat senyum nicky.
      Keesokan harinya saat nana dan nicky pulang bersama, nana melihat gaby yg sedang di cegat 2 orang preman.
"Hay cewe mau kemana?" Seru preman 1 ke gaby.
"Terserah gw kek! Siapa lo?" Gaby nyolot.
"Oww, ganas yah cewe ini! Mending temenin kita berdua dulu deh" tiba-tiba 2 preman itu ingin memperkosa gaby, tapi nana dan nicky tak hanya diam. Mereka memanggil warga dan rencana 2 preman itu gagal. Malah sekarang preman itu habis di amuk masa.
"Huhuhu.." Gaby menangis terisak.
"Udah gaby jangan nangis sekarang lo udah aman kok!" Nana menenangkan gaby.
"Makasih yah na, hiks.. lo sama nicky udah hiks.. nolongin gw!" Seru gaby masih menangis.
"Iya kita kan teman gab!" Seru nana.
"Padahal gw sering jahat sama lo hiks.. na! Gw malu sama diri hiks.. gw sendiri" gaby memeluk nana.
"Iya gpp kok gab!" Seru nana.
"Maafin gw yah hiks.. Na! Gw janji gabakal ganggu lo sama nicky" gaby pun menghapus airmatanya.
"Nicky pantes dapat yg terbaik kayak lo na!" Seru gaby.
"..." Nana hanya kaget dan sedikit tersenyum, Akhirnya jemputan gaby datang dan mereka pun berpisah. Nicky pulang bersama nana. Gaby pulang di jemput supirnya.
          Malam minggu tiba, nicky mejemput nana dengan setelan jeans biru, kemeja biru dan dasi putih yang di tutup oleh sweater biru.
"Udah siap?" Tanya nicky yg sedang melihat nana dari atas sampai bawah. Nicky terpesona oleh nana, nana menggunakan white dress mini sama heels putih, dan di kuncir satu dengan pita putih.
"Udah dong!" Seru nana dengan senyuman.
"Yuk! Tuan putri!" Nicky membukakan pintu mobil dan mempersilahkan nana masuk. Di perjalanan nicky dan nana hanya mewarnai perjalanan dengan diam. Mereka sama-sama malu dan bingung ingin berbicara apa.
              Sesampainya  di taman, nicky menggandeng nana sampai di tengah taman yg di penuhi lilin berwarna pink.
"..." Nana hanya sumringah melihat suasana taman yg di hiasi lilin berwarna pink.
"Nana aku mau ngomongin sesuatu!" Seru nicky memegang kedua tangan nana.
"akhir-akhir ini aku dibuat tak bisa tidur oleh seseorang!" nicky menghela nafas.
"Seseorang yg aku rasa pantas untuk mengisi ruang di hati ku, menghiasi senyum di setiap saat, mewarnai hari ku dengan kasih sayang, menghiasi mimpiku, dan mencintaiku tulus dari hati" nicky memeluk nana.
"Please, jadilah itu semua!" Pelukan nicky mengencang.
"Iya :) aku ingin jadi apa yg kamu mau!" Nana mencium pipi nicky setelah nicky melepaskan pelukannya. Akhirnya cinta mereka pun bersemi.
THE END...

Selasa, 26 Maret 2013

MENGALAH :')

  Haloo Semuaaaa ini karya cerpen gw.. sebagai awal karir nanti jadi seorang novelis hebatt *amin hahahahhahahahha.. judulnya MENGALAH  selamat membaca :)





========================================================================


         "Gar.." Seru gw manggil laki-laki yg udah buat gw patah hati + jatuh hati. Namanya Edgar Putra, dia orangnya baik, manis, pintar, keren, dan Gantengnya gak ada obatnya."Iya pi," seru dia manggil gw 'pi', yap nama gw opi. Menurut orang banyak gw manis, baik, pintar. Orang bilang sih seperti malaikat yg turun dari lantai 11 apartemen di jak-ut :D."Mau sampai kapan kita begini?" Tanya gw ke edgar yg sedang duduk di samping gw."Maksudnya?" Edgar menengok ke arah gw, memegang tangan gw erat."Mau sampai kapan kita menjalani hubungan ini? Aku agak nggk enak  jika kamu ngebatalin janji sama cindy melulu.." Kata-kata gw, gw gantung."kan yang pacar kamu dia.. aku cuma selingkuhan aja.." Seru gw tertunduk, cindy itu pacar edgar, dia juga sahabat gw. Entah kenapa edgar bisa suka sama gw sampai ngeduain cindy."Udah jgn kamu pikirin.." Jawab edgar santai."Aku gabisa nggk mikirin ini gar, kalo memang ini demi kebaikan kita aku rela kita pisah.. aku rela ngalah buat cindy.." Seru gw tersenyum meskipun hati gw sakit bgt ngomong itu."Aku sayang kamu.. Di lain hati Aku juga sayang cindy!" Edgar menjawab lesu."Maka dari itu aku ngalah demi kebahagian kau.. Aku bahagia kok kalo orang yg aku sayang bahagia" seru gw meluk edgar.

         Keesokan harinya, gw dpt mata kuliah siang. Hari ini gw tau kalo edgar libur jadi gw gamau ganggu dia.Jadi hari ini gw kuliah berangkat sendiri. Sekitar jam 1 gw udah sampe di kampus."Opi.." Tiba-tiba ada cewe yg manggil gw dan ternyata cindy."Iya cindy?" Aku tersenyum ke arahnya."Sekarang sombong yah.." Seru dia mencubit lengan gw."Aduh cindy siapa yg sombong? Elo tuh sibuk pacaran sama edgar" seru gw."Apanya? edgarnya sibuk bgt sekarang.. Dia kan kerja di hotel H.I jadi gwnya jarang ketemuan lagi.." Cindy agak lesu.'Yaampun segitunya kah edgar berbohong? Dia sering sekali menemui gw setelah pulang dari kerja di hotel' gw bergumam dalam hati."Maaf cin gw jadi gak enak nanya itu ke lo.." Seru gw meminta maaf."Gpp kok.." Seru cima tersenyum kearah gw."Cin gw ada mata kuliah lagi, gw duluan ya.." Seru gw bergegas pergi.


    Malam harinya gw nelpon edgar. kyknya dia lagi ada di rumah."Iya pi.. Ada apa?" Seru edgar di seberang sana."Aku.. Akuu mau nanya ke kamu?" Suara gw gugup."Bolehlah.. Apa sih yg nggk buat kamu! Hehe" Seru edgar dengan nada sedikit bercanda."Apa kamu sekarang mulai jarang jalan sama cindy?" Seru gw menebak."Iya pi.." Nada suara edgar sedikit mengecil."Kenpa? Apa kamu udah nggk sayang sama cindy?" Tanya gw to the poin ke edgar."Rasa sayang ku ke cindy masih ada, tapi aku lebih sayang kamu!" Speechless denger kata-kata edgar, amazing bgt. Tapi di lai hati gw bersalah bgt ke cindy."Makasih udah mau sayang sama aku.. Tapi jgn bikin aku semakin bersalah dengan cindy, kamu tau dia sedih saat kamu nggk bisa ke temuan sama dia.. Bla.. Bla.. Bla.." Gw menjelaskan panjang lebar."Please jgn bikin aku bersalah ke kamu sama ke cindy.. Aku cukup bimbang dengan ini.." Edgar terlihat bingung dari nada suaranya."Aku mau meluruskan ini semua besok kamu off kan? Kalau begitu kita ketemuan.." Seru gw ke edgar."iya.." Suara edgar memelan."Good night gar, aku sayang kamu.." Seru gw."Good night too pi, aku sayang kamu juga.." Sambungan telpon gw matiin."Meskipun ini terakhir gw ngucapin ini ke kamu gar.." Tetesan air mata berhasil mengalir deras dari mata gw.

         Tepat jam 10 pagi. gw, cindy, dan edgar punya janjian untuk bertemu di sebuah taman yg menurut gw jarang ada orang datang ke sini.Kita bertiga tiba-tiba datang berbarengan."edgar??" Tanya cindy dengan rasa kaget. Begitu juga edgar."Cin.. Cindy.. Gw mau ngomong.." Tetes air mata gw jatoh."Ada apa pi?" Cindy memeluk gw."Lo janji satu hal sama gw.. Setelah ini jgn pernah berhenti sayang sama edgar yah cin.." Seru gw memeluk cindy erat."Iya pi pasti.. tapi sebenernya ada apa sih?" Cindy semakin bingung."Gw selama ini.. Gw selama ini pacaran sama edgar di belakang lo.." Gw menghapus air mata gw. Cindy terlihat shock matanya berkaca-kaca."Gw minta maaf bgt ke elo cin.. Gw gak bermaksud cin ngehianatin pertemanan kita tapi.. Hati gw gak bisa bohong.." Gw meluk cindy."Hiks.. Hiks.." Cindy membalas memeluk gw."Ini hari terakhir gw di jakarta cin, setelah ini gw akan pindah ke bandung.. Gw cuma mau minta maaf dan sekarang edgar punya lo seutuhnya.." Edgar haya diam dan duduk."Cin bolehkan gw meluk edgar untuk terakhir kalinya?" Sekarang air mata gw udah berhenti."Boleh kok.." Cindy tersenyum. Edgar pun berdiri dan meluk gw."Sekarang kita sahabatan aja.. Kamu sama aku udah gak ada apa-apa lagi.. Kamu milik cindy seutuhnya.." Seru gw melepas pelukan gw ke edgar."Pi.." Kata-kata edgar gw potong."STOP.. Sekarang kamu sana sama cindy.. Aku udah yakin sama keputusan ini.." air mata gw menetes kembali, nyesek di dada ini.. Tapi ini jalan yg benar."Cin? Kita masih sahabat kan?" Gw bertanya ke cindy."Iya masih.. Awalnya soh emg sakit tapi aku senang kamu udah mau jujur pi.. Kamu udah aku anggap saudara aku sendiri.." Gw pun berpelukan sama cindy.

THE END..